Wujudkan Sekolah Nol Plastik, SMKN 3 Denpasar Deklarasikan Komitmen Bawa Tumbler dan Tempat Makan Mandiri

Berita

Langkah nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan kembali ditunjukkan oleh civitas akademika SMKN 3 Denpasar. Bertepatan dengan pelaksanaan upacara bendera pada Senin pagi (04/05/2026), seluruh siswa, guru, dan staf pegawai melaksanakan deklarasi komitmen bersama untuk membiasakan diri membawa tumbler (botol minum) dan tempat makan sendiri guna menekan penggunaan plastik sekali pakai di lingkungan sekolah.

Kegiatan yang berpusat di Lapangan Upacara SMKN 3 Denpasar ini dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa produksi sampah plastik, terutama dari kemasan makanan dan minuman ringan, telah menjadi tantangan serius bagi ekosistem perkotaan di Denpasar.

Poin-poin utama dalam aksi tersebut meliputi:

  • Deklarasi Bersama: Seluruh warga sekolah secara simbolis menunjukkan tumbler dan kotak makan masing-masing sebagai tanda dimulainya gerakan konsisten.

  • Pengurangan Sampah Kantin: Pihak kantin sekolah kini didorong untuk tidak lagi menyediakan kantong plastik atau wadah styrofoam, dan beralih melayani siswa yang membawa wadah sendiri.

  • Edukasi Berkelanjutan: Gerakan ini bukan sekadar seremoni, melainkan akan dipantau melalui program pembiasaan harian untuk menciptakan budaya ramah lingkungan (eco-school).

“Kita ingin mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara skill kejuruan, tetapi juga memiliki karakter peduli lingkungan. Membawa tumbler adalah langkah kecil yang jika dilakukan oleh ribuan orang di sekolah ini, dampaknya akan sangat besar bagi Bali,” ujar Kepala SMKN 3 Denpasar dalam pidatonya.

Antusiasme terlihat jelas di wajah para siswa. Banyak dari mereka yang membawa tumbler dengan desain unik, menunjukkan bahwa gaya hidup ramah lingkungan kini telah menjadi bagian dari tren positif anak muda di Bali.

Dengan dimulainya komitmen ini, SMKN 3 Denpasar berharap dapat menjadi pelopor bagi sekolah-sekolah lain di Bali dalam mewujudkan program pemerintah daerah terkait pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai. Suasana lapangan yang hijau kini selaras dengan visi baru warga sekolah untuk tetap bersih dan asri tanpa limbah plastik.