Delegasi UNESCO Puji Pembelajaran Kejuruan Pariwisata di SMKN 3 Denpasar

Sebanyak 80 orang delegasi United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization(UNESCO) dipimpin Head of Education Section UNESCO Jakarta, Dr. Mee Young Choi, mengunjungi SMKN 3 Denpasar pada Jumat (13/9). Dr. Mee Young Choi menyampaikan, para peserta delegasi berasal dari negara-negara klaster UNESCO Jakarta yang meliputi Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Timor-Leste.

Program kunjungan sekolah ini serangkaian pelaksanaan Sub-regional Dialogues on the National Institutional Changes for Education 2030 in Southeast Asia yang dilaksanakan pada 11-13 September 2019 di Bali. Dialog sub-regional bertujuan untuk berbagi kemitraan strategis untuk mencapai SDG 4 (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan ke-4), praktik yang baik dan pelajaran dari negara-negara cluster dalam menangani bidang-bidang tematik SDG 4. Termasuk di dalamnya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Guru dan Teknologi Indormasi dan Komunikasi (TIK) dalam Pendidikan, Pendidikan dan pelatihan Kejuruan Teknis (TVET), Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan, Pendidikan Kewarganegaraan Global (GCED), dan Pendidikan Inklusif.

Dalam kesempatan ini, para peserta delegasi mendengarkan presentasi mengenai profil SMKN 3 Denpasar, kurikulum yang diterapkan sekolah, penggunaan TIK, dan jalur karir lulusan serta keterlibatan dunia kerja. Selanjutnya para peserta mengunjungi laboratorium komputer, fasilitas praktik siswa seperti hotel dan restoran, serta studio busana yang ada di sekolah ini. Ada pula pameran hasil karya siswa berupa kuliner, peragaan busana, demo rias oleh para siswa.

Tajul Effendy, salah seorang delegasi dari Malaysia memuji pembelajaran yang dilaksanakan di SMKN 3 Denpasar. Ia melihat pembelajaran di sekolah ini sangat baik, proses berjalan dengan baik termasuk praktik pembelajaran di bengkel kerja dan hasil karya yang dipamerkan pun sangat baik. Menurutnya, sebuah pembelajaran tentu harus dimulai dengan awal dan proses yang baik sehingga bisa menghasilkan produk yang baik pula. “Banyak yang bisa kita pelajari dari SMKN 3 Denpasar. Apa yang saya peroleh di sini menjadi bekal untuk saya bawa ke Malaysia dan nanti akan saya bagikan di negara saya,” kata Tajul. Hal senada disampaikan delegasi dari Filipina, Ma. Katrina M. Libron. Menurutnya, praktik pembelajaran di sekolah ini sudah sangat baik. Bahkan, ia memuji beragam hasil karya siswa di sini. “Olahan kuliner yang dihasilkan siswa juga enak,” pujinya. Mewakili para peserta kunjungan, ia mengucapkan terima kasih atas sambutan dari pihak sekolah dalam kesempatan ini.

Sementara itu, Kepala SMKN 3 Denpasar, Drs. AA Bagus Wijaya Putra, M.Pd menyambut baik atas kunjungan delegasi UNESCO Jakarta ke sekolahnya. Ia menjelaskan, SMKN 3 Denpasar yang berlokasi di pusat pariwisata Sanur, memiliki empat kompetensi keahlian meliputi akomodasi perhotelan, tata boga, tata kecantikan, dan tata busana. Sekolah yang saat ini memilki 1.580 siswa ini, para siswa selain mempelajari kejuruan pariwisata sesuai kompetensi dasarnya, mereka juga intensif mempelajari budaya. Saat sesi tanya jawab, ada peserta delegasi yang bertanya mengenai karier lulusan SMKN 3 Denpasar. Wijaya Putra menjelaskan, sekitar 60 persen lulusan melanjutkan ke perguruan tinggi baik diploma maupun sarjana. Sebanyak 30 persen langsung bekerja, sedangkan 10 persen lainnya berwirausaha. “Selama ini kami mendorong lulusan melanjutkan sambil bekerja,” ujarnya.

Sumber : postbali.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *